Salam Damai Kristus,

Sebuah kontribusi para mantan frater, pastor, suster, bruder, dll bagi pembangunan kehidupan bersama yang lebih baik. Kirimkan artikel apa saja yang mau ditampilkan pada blog ini ke email: mantan.frater09@gmail.com Atas kunjungannya, terima kasih.
Tampilkan postingan dengan label ajaran katolik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ajaran katolik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 April 2012

Mistagogi (mystagogy)


Mystagogy  - Yun. ‘menuntun masuk ke dalam rahasia’). Pengajaran mengenai ritus dan misteri-misteri suatu agama yang dirahasiakan. St. Sirilus dari Yerusalem (315-386) mempersiapkan para katekumen untuk menerima baptisan pada hari Sabtu Suci dan sesudah itu memberikan pengajaran kepada meraka dengan tulisannya yang berjudul Catecheses yang bercorak mistagogis, yang diberikan pada masa Prapaskah. St. Maximus (580-662) menyebut pemahaman mistiknya mengenai liturgi dengan istilah mistagogi.  

Sekarang istilah itu dipakai untuk menyebut katekese atau teologi yang dilandaskan dan diarahkan untuk memperdalam pengalaman akan Allah. (Gerald O’Collins, Kamus Teologi,  Kanisius: Yogyakarta, 1996)

Minggu, 08 April 2012

Makna SALIB dalam Kekristenan

Cross – Tanda khas Kristiani, yang mengungkapkan keyakinan iman bahwa Tuhan Yesus Kristus wafat  demi keselamatan umat manusia. Santo Paulus merangkum seluruh isi pewartaannya dalam salib (1Kor 1:17-18). Ada banyak cara yang digunakan orang-orang Kristiani untuk mengenangkan wafat Yesus di salib, misalnya tanda salib, penyembahan salib pada hari Jumat Agung, Jalan Salib, dan Pesta Salib Suci. Selain cara-cara khusus itu, wafat Yesus di salib selalu dikenangkan dan dihadirkan lagi dalam sakramen-sakramen Gereja.
(Sumber: O'Collins, Gerald, dkk, Kamus Teologi, Kanisius: Yogyakarta, 1996)

Jumat, 06 April 2012

Kebangkitan Yesus

Resurrection - Bukan hanya berarti hidup lagi, seperti yang terjadi dengan Yairus (Mrk 5:22-24.35-43), melainkan peralihan yang dialami oleh Yesus melalui kematian ke dalam hidupNya yang sudah diubah dan abadi (Rm 1:3-4; 1Kor 15:42-50), yang menjadi jaminan bagi kebangkitan manusia dan dunia (1Kor 15:20-28).

Inti kebenaran iman ini merupakan isi pewartaan Kristiani awal (Kis 2:22-24, 32-33, 36; 1Kor 15:1-11): Allah telah membangkitkan Yesus dari kematian (Rm 10:9; 1Kor 6:14; Gal 1:1; 1Tes 1:10; lih. 1Kor 15:15).

Tradisi Perjanjian Baru yang kemudian, ajaran Gereja, dan syahadat (Yoh 10:17-18; Denzinger-Schonmetzer 359; 539) berbicara mengenai Kristus yang bangkit dengan kuasaNya sendiri.

Melalui penampakan-penampakanNya (1Kor 15:5-8; Mrk 16:7; Mat 28:9-10, 16-20) para murid yang pertama tahu bahwa Yesus sudah bangkit dari mati. Penemuan makam yang kosong oleh Maria Magdalena (mungkin bersama yang lain) berperan sebagai tanda negatif dan sekunder untuk mendukung kebangkitan (Mrk 16:1-8; Yoh 10:1-2).

Sebagai puncak wahyu ilahi (Dei Verbum 4; 17) kebangkitan Yesus yang tersalib, bersama dengan pengutusan Roh Kudus secara implisit sudah memuat kebenaran Kristiani yang dasar. Oleh karena itu, misteri Paskah tidak hanya harus diselidiki faktualitasnya, melainkan juga sebagai misteri pewahyuan, penebusan, iman, harapan, dan cinta.

(Sumber: O'Collins, Gerald,dkk., Kamus Teologi, Kanisius: Yogyakarta 1996).
Powered by Telkomsel BlackBerry®